Tuesday, December 20, 2016

Pada Malam yang Panjang, Aku Mengingatmu

Ketika Desember tiba, mawar kering yang terselip di dalam buku yang tak pernah aku baca tiba-tiba menjadi hal yang melankolis dan kartu ucapan selamat ulang tahun berwarna oranye terang buatan tangan di atas rak bukuku terlihat kesepian.

Siapa lagi yang akan menuliskan perasaan yang tulus ke dalam kartu ucapan di tengah dunia yang ruangnya bisa kau sebrangi dengan layar telpon genggam? Hanya engkau rasanya.

Aku cukup bersyukur juga tidak ada orang seromantis dirimu lagi dalam berkawan kepadaku. Aku tidak tahu bagaimana rasanya harus kehilangan dua orang yang meninggalkan mawar kering dan kartu ucapan buatan tangan pada hari ulang tahunku. Karena kehilangan satu orang sepertimu saja sudah cukup membuatku sepi pada malam-malam yang panjang.

Sambil menulis ini aku menatap sketsa wajahmu yang dulu tidak jadi aku berikan kepadamu, tapi aku urungkan, karena sketsaku tidak sebanding kartu ucapan oranye itu. Ah.

No comments:

Post a Comment