Wednesday, November 26, 2014

aku yang lebih sempurna

Aku adalah asteorid. Bentukku tidak bulat yang cantik dan aku tidak bersinar seperti bintang. Beberapa bagian tubuhku penyot karena harus bertabrakan dengan asteorid lain. Suatu hari aku mengambang cukup dekat dengan sebuah bintang. Mengelilingi sang bintang adalah ribuan asteorid lainnya dan beberapa planet.

Sang bintang tidak begitu besar, bukan bintang-bintang kerdil yang berwarna pucat, tapi bintang-bintang yang ukurannya pas dan warnanya paling cantik. Bintang seukuran ini memiliki massa yang pas untuk membuat benda langit lainnya mengitari mereka. Bintang-bintang berwarna oranye atau merah kadang massanya terlalu kecil sehingga tidak banyak benda langit yang bisa mereka tarik, sedangkan bintang-bintang kerdil yang pucat sudah kehilangan sumber energi mereka, bintang ini berukuran sedang dan berwarna kuning sempurna.

Planet-planet yang mengelilingi sang bintang pun cantik-cantik dan menarik, ada yang bercincin, ada yang berwarna sangat biru, ada yang bersinar sangat terang untuk ukuran planet. Asteroid-asteorid berkumpul di antara sebuah planet merah menyala dan planet yang cukup besar (bukan yang terbesar yang pernah kulihat, tapi besar di antara planet lain di tata surya ini), mereka semua memandang sang bintang dengan kagum.

Kami asteroid hanya bisa mengagumi seperti ini, kami asteorid yang tidak cantik hanya bisa memuja seperti ini. Kadang yang tidak memperhatikan ke mana mereka pergi berakhir terlalu dekat dengan planet lain dan hancur tertarik gravitasi, atau bertabrakan dengan asteroid lain, atau bila kau beruntung hancur tertarik sang bintang sendiri.

Asteorid sendiri bukanlah benda langit yang menarik, dibanding bitntang, planet, satelit, bahkan komet (yang selalu menyala begitu cantik ketika berdekatan dengan bintang, sial). Beberapa satelit cukup beruntung dapat memantulkan cahaya bintang. Sedangkan aku yang bahkan bukanlah asteroid yang indah, menatap bintang dan planet-planetnya dan satelit dan komet, semuanya, dengan susah payah (karena aku sangat buruk rupa dan kecil, tidak ada artinya).

Bagaimana pun aku berusaha aku tidak akan pernah seindah mereka karena aku bukan mereka. Aku asteroid, benda langit dingin kecil yang hanya bisa mengambang mengikuti arus berbondong mengelilingi bintang.

Seorang asteroid tua yang pernah kujumpai pernah berkata kepadaku, bintang-bintang sebenarnya mengelilingi pusat alam semesta; konon ia sangat cantik hanya bintang-bintang yang bisa melihatnya. Rasanya lucu memikirkan bahwa bintang-bintang ini, yang menjadi pusat bagi jutaan asteroid dan komet serta planet-planet, ternyata mengelilingi benda lain.

Tentu saja aku tidak berhak bermimpi tiba-tiba berubah menjadi benda langit lain yang lebih menarik dan cantik, tapi kadang aku ingin seseorang menatapku sebagai seorang asteroid 30 detik saja, lalu dengan segala ketidaksempurnaanku berkata, “tidak ada yang salah dari dirimu, begini juga tidak apa-apa.”

Mungkin (mungkin!) semua bebanku sebagai asteroid buruk rupa yang tidak ada harganya dapat sedikit menghilang. Setelah 30 detik dan kalimat itu, aku, sebagai benda langit yang hanya bisa mengelilingi sesuatu yang lebih elok, tidak harus memandangi benda langit lain dengan susah payah.

Tapi, bukankah semua orang menginginkan aku yang lebih baik?